
BIREUEN, 3 Januari 2026 — Antrean panjang warga terlihat di Desa Pante Baro Kumbang, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, saat ratusan kantong sembako dibagikan satu per satu kepada keluarga terdampak banjir pada 3 Januari 2026. Bantuan tanggap darurat yang berada di bawah naungan pilar Endatoe Emergency Response ini merupakan bagian dari kampanye “Food Aid for Lhokseumawe & Bireuen – Spreading Love and Sharing Blessings” yang digagas oleh para donatur di Singapura, yang digerakkan oleh Suhaibah Abd Rahman bersama komunitasnya.
Tumpukan sembako berupa beras, minyak, biskuit, roti, dan kebutuhan pokok lainnya dikemas dalam ratusan kantong yang kemudian dibawa langsung ke lokasi untuk dibagikan kepada warga. Dalam penyaluran ini, Endatoe Foundation melalui pilar Endatoe Emergency Response berperan sebagai kolaborator lapangan yang membantu memastikan bantuan darurat sampai tepat sasaran, sementara inisiatif dan pendanaan utama datang dari jejaring donatur Singapura.
Kehadiran bendera Singapura yang berdampingan dengan tumpukan bantuan menjadi simbol solidaritas lintas negara bagi warga Aceh yang tengah berjuang memulihkan diri pasca banjir besar akhir November 2025. Uluran tangan dari negeri tetangga ini menunjukkan bahwa dukungan bagi korban bencana Aceh datang tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga dari sesama saudara di kawasan regional.
Endatoe Foundation melalui pilar Endatoe Emergency Response mengucapkan terima kasih kepada Suhaibah Abd Rahman dan seluruh donatur di Singapura atas kepercayaan untuk berkolaborasi dalam penyaluran bantuan ini, serta kepada #SahabatEndatoe yang terus mendukung setiap langkah pemulihan di lapangan.