Pasca Banjir Aceh, Endatoe Foundation Bersama dr. Alya Salurkan Bantuan Obat-obatan ke Tiga Desa di Bireuen

BIREUEN, 8 Desember 2025 — Banjir besar yang melanda Aceh sejak akhir November 2025 menyisakan dampak kesehatan yang tak kalah serius dari kerugian materiil mulai dari penyakit kulit akibat lumpur hingga keterbatasan akses obat di wilayah terisolir. Merespons kondisi darurat ini, Endatoe Foundation melalui pilar program Endatoe Emergency bergerak cepat menyalurkan bantuan obat-obatan pertolongan pertama bagi warga terdampak banjir.

Dalam aksi kemanusiaan tanggap darurat ini, Endatoe Foundation menggandeng dr. Alya dan kawan-kawan untuk terjun langsung ke lapangan membawa berbagai kebutuhan medis. Obat-obatan yang disalurkan merupakan hasil dari penggalangan donasi yang diinisiasi oleh dr. Alya bersama rekan-rekan sejawatnya.

Penyaluran bantuan ini difokuskan ke tiga desa di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, pada 8 Desember 2025, yakni Desa Pante Baro Gle Siblah, Pante Baro Kumbang, dan Pante Baro Buket Panyang.

Bantuan yang diserahkan mencakup obat-obatan dasar hingga salep khusus untuk mengatasi gatal-gatal akibat kontak dengan lumpur banjir, keluhan yang paling banyak dialami warga pascabanjir surut. Paket obat tersebut diserahkan langsung kepada bidan desa setempat, yang kemudian mendistribusikannya kepada warga yang membutuhkan di posko-posko penanganan bencana.

Di salah satu posko, tampak warga dari berbagai usia  mulai dari lansia hingga anak-anak  berkumpul menerima bantuan, menggambarkan luasnya dampak bencana yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Kehadiran dr. Alya bersama tim Endatoe Emergency di bawah naungan Endatoe Foundation menjadi kunci agar bantuan medis darurat ini bisa segera hadir di tengah warga, tak lama setelah kebutuhan mendesak pascabanjir teridentifikasi di lapangan.

Melalui pilar Endatoe Emergency, Endatoe Foundation terus memantau kebutuhan warga terdampak bencana di berbagai wilayah Aceh dan berkomitmen menghadirkan respons cepat tanggap lanjutan sesuai situasi di lapangan. Sinergi antara lembaga kemanusiaan, tenaga medis, serta dukungan dari #SahabatEndatoe dan para donatur menjadi pilar penting agar misi kemanusiaan ini dapat terus menjangkau desa-desa yang membutuhkan.