Muslim Volunteer Malaysia (MVM) dan ASAR Humanity Hadirkan Al-Qur’an Baru untuk Santri Pesantren Darul Ulum Bireuen

BIREUEN, 22 April 2026 – Air mata dan rasa syukur bergemuruh di balik dinding-dinding kelas Pesantren Darul Ulum. Di tengah sunyinya sisa-sisa trauma pascabencana, secercah harapan kembali menyapa para santri yang tengah berjuang merajut asa.  Lembaga kemanusiaan asal Malaysia, Muslim Volunteer Malaysia (MVM), berkolaborasi bersama ASAR Humanity menyalurkan bantuan Al-Qur’an baru bagi para santri. Dalam aksi kebaikan ini, Endatoe Foundation turut hadir mendampingi di lapangan sebagai mitra pelaksana yang memastikan amanah para dermawan sampai kepada mereka yang membutuhkan.

Pesantren Darul Ulum sendiri berlokasi di Desa Pante Baro Kumbang, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Tempat menimba ilmu yang biasanya riuh dengan lantunan ayat suci ini sempat tak berdaya saat amukan banjir besar melanda wilayah tersebut.

Bencana dahsyat itu datang menggulung dengan kekuatan luar biasa, merendam kompleks pesantren hingga mencapai ketinggian yang mencengangkan, yakni sekitar 3 meter. Air bah yang tinggi memorak-porandakan seisi bangunan, merusak sarana prasarana, serta menenggelamkan ribuan kitab suci dan Al-Qur’an yang selama ini menjadi teman setia para santri dalam menghafal firman-firman Ilahi. Praktis, aktivitas belajar mengajar sempat lumpuh total di bawah cengkeraman lumpur dan sisa-sisa terjangan air.

Namun, kepedulian tidak pernah surut mengenal jarak. Kehadiran Al-Qur’an baru dari Muslim Volunteer Malaysia (MVM) dan ASAR Humanity, yang disalurkan dengan penuh ketulusan oleh Endatoe Foundation, menjadi penawar rindu yang amat berarti bagi para santri Pesantren Darul Ulum. Bantuan ini bukan sekadar pengganti fisik mushaf yang tersapu banjir setinggi tiga meter tersebut, melainkan sebuah pelukan hangat dan pengingat bahwa di balik ujian terberat sekalipun, selalu ada tangan-tangan tulus yang mengulurkan kekuatan agar mereka bisa kembali melantunkan ayat suci dengan tenang di tanah rencong.

 

Bagikan: WhatsApp Telegram X Facebook