
Bireuen, 21 Maret 2026 – Perayaan Hari Raya Idulfitri di Desa Pante Baro Kumbang, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, tahun ini menyuguhkan pemandangan yang begitu mengharukan sekaligus membahagiakan. Di tengah sisa-sisa pemulihan pascabencana yang melanda wilayah tersebut, segenap warga kemesjidan Pante Baro merajut kembali tali silaturahmi melalui tradisi kenduri hari pertama Lebaran. Tepat selepas menunaikan salat Idulfitri di Masjid Jamik Pante Baro, para jemaah dan masyarakat berkumpul bersama untuk menikmati hidangan istimewa berupa menu daging yang dimasak secara gotong royong.
Kenduri di lebaran pertama ini bukan sekadar jamuan makan biasa bagi masyarakat setempat. Acara istimewa ini diinisiasi khusus oleh Kitabisa guna menghadirkan kebahagiaan bagi para warga korban banjir yang sempat melumpuhkan desa mereka beberapa bulan lalu. Sebagaimana yang masih lekat dalam ingatan warga, wilayah Desa Pante Baro Kumbang dan sekitarnya sempat diterjang banjir parah pada tanggal 27 November 2025.

Bencana banjir tersebut datang dengan intensitas yang sangat mengkhawatirkan, di mana ketinggian air bah saat itu dilaporkan mencapai hingga 3 meter. Dahsyatnya arus air merendam seluruh permukiman warga dan infrastruktur desa. Tak hanya itu, sektor perekonomian utama masyarakat yang didasarkan pada bidang pertanian turut mengalami pukulan telak. Tercatat, lahan sawah seluas lebih dari 60 hektar tertimbun material lumpur tebal, sehingga praktis melumpuhkan sumber mata pencaharian para petani setempat.
Kendati dihadapkan pada kerugian materiel yang tidak sedikit dan proses pemulihan yang menantang, ketangguhan masyarakat Pante Baro Kumbang terus diuji dan dikuatkan oleh gelombang solidaritas yang datang dari berbagai penjuru. Inisiatif mulia dari Kitabisa ini menjadi wujud nyata penawar rindu akan kebersamaan setelah warga melalui hari-hari berat akibat bencana alam tersebut.
Amanah kebaikan dari para dermawan yang terkumpul melalui inisiatif Kitabisa tersebut kemudian disalurkan secara profesional melalui lembaga kemanusiaan ASAR Humanity. Sementara itu, untuk memastikan pelaksanaan program di lapangan berjalan lancar, tepat sasaran, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, Endatoe Foundation diamanahkan sebagai yayasan pelaksana yang mengawal teknis kegiatan di desa tersebut.
Sinergi yang apik antara inisiatif kepedulian publik lewat Kitabisa, peran aktif penyaluran dari ASAR Humanity, serta eksekusi lapangan yang telaten oleh Endatoe Foundation, berhasil menghadirkan nuansa Lebaran yang hangat dan berkesan. Kehadiran bantuan ini meringankan beban psikologis dan sosial warga, serta memastikan bahwa kebahagiaan hari kemenangan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh jemaah dan warga kemesjidan Pante Baro.
Melalui jamuan kenduri daging di hari pertama Idulfitri ini, terselip harapan besar dari seluruh elemen masyarakat desa. Semangat kebersamaan yang terjalin di halaman Masjid Jamik Pante Baro diharapkan mampu menjadi pemantik semangat gotong royong yang lebih kuat. Warga optimis, dengan adanya dukungan berkelanjutan serta eratnya persaudaraan, roda perekonomian dan kehidupan sosial di Desa Pante Baro Kumbang akan segera pulih seutuhnya, bangkit lebih kuat dari dampak bencana yang pernah terjadi.