
Bireuen, 19 Januari 2026 – Suasana di Desa Pante Baro Kumbang, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, hari ini terasa berbeda. Di antara sisa-sisa material banjir yang masih melekat di sudut-sudut desa, sebuah ruang kelas terbuka yang sarat makna tampak hidup. Endatoe Foundation melalui program Endatoe Academy, yang didukung penuh oleh ASAR Humanity, kembali menggebrak lewat aksi nyata, membekali tepat lima orang relawan pilihan dalam pelatihan media lapangan batch kedua yang intensif dan mendalam.

Berbeda dari pelatihan formal di dalam ruangan, kelima peserta ini langsung diajak turun ke kancah nyata. Mereka dibimbing langsung oleh Furqan, relawan senior Endatoe Foundation yang telah malang melintang di berbagai medan bencana. Di bawah bimbingan Furqan, para peserta belajar melihat krisis bukan sekadar sebagai musibah, melainkan sebuah ruang pengabdian di mana setiap jepretan kamera dan rekaman video mampu menjadi penyelamat asa.

Kurikulum kilat ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan riil di zona bencana. Sesi dimulai dari teknik dasar fotografi dan videografi guna memperkuat akurasi assessment, memastikan setiap data kerusakan bangunan hingga kebutuhan logistik warga terekam secara valid untuk dilaporkan ke pusat. Tak hanya itu, Furqan juga membedah cara menangkap estetika visual yang etis, mulai dari mencari sudut pengambilan gambar yang bermartabat hingga menyelami seni membidik momen-momen humanis yang menyentuh nurani publik.

Puncak kegiatan ditandai dengan sesi praktik langsung, di mana kelima relawan menyebar ke penjuru desa untuk mempraktikkan teknik penyuntingan (editing) kilat di ponsel pintar mereka. Dengan sentuhan kreativitas, potongan gambar duka dan senyuman warga dirangkai menjadi cerita visual yang siap menggugah kepedulian dunia luar. Pelaksanaan batch kedua yang didukung oleh ASAR Humanity ini kembali membuktikan komitmen bersama dalam melahirkan kader-kader relawan yang andal, menjadikan kamera di tangan mereka sebagai pena kedua yang menuliskan sejarah solidaritas kemanusiaan dari tanah Aceh.