
Bireuen — Generasi Z (Gen Z) yang lahir pada rentang tahun 1997–2010 saat ini menjadi kelompok penduduk terbesar di Indonesia dan berada pada usia produktif. Kehadiran mereka tidak hanya mendominasi dunia pendidikan dan media sosial, tetapi juga mulai mengisi berbagai sektor dunia kerja.
Melihat peran strategis tersebut, Endatoe Academy by Endatoe Foundation menggelar Serial Endatoetalk bertajuk “A Guide to Be Productive (Gen Z Starterpack)” secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu, 24 Juni 2026, pukul 16.45 WIB. Webinar ini menghadirkan sosok inspiratif dari kalangan Gen Z sendiri, yakni Izzah Mujahidah selaku Awardee Australian Awards Scholarship (AAS) 2026 di Monash University, serta dipandu oleh Ananda Fildza Alifa selaku host.
Sebelum membedah kiat-kiat produktivitas, Izzah terlebih dahulu menyoroti berbagai tantangan yang kerap dihadapi oleh generasi muda saat ini. Menurutnya, Gen Z sering kali menyukai hal-hal yang menghibur dan memiliki keinginan kuat untuk produktif, namun masih kerap terkendala oleh rasa malas. Di sisi lain, berbagai persoalan global seperti krisis ekonomi, perubahan iklim, tingginya angka pengangguran, hingga konflik antarnegara menuntut generasi muda untuk menjadi bagian dari solusi—yang dapat dimulai dari mengenali diri sendiri dan meningkatkan kapasitas diri.
Dalam pemaparannya, Izzah menjelaskan sejumlah aspek penting yang perlu dibangun untuk menjadi pribadi yang produktif, yaitu kepemimpinan (leadership), kesadaran diri (self-awareness) dan tujuan hidup (purpose), persistensi serta ketahanan diri (resilience), hingga keberanian untuk gagal dan bangkit kembali (courage to fall and grow).
Ia menegaskan bahwa produktivitas tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh tantangan. Ia bahkan membagikan kisah perjuangannya saat meraih beasiswa prestisius Australian Awards Scholarship untuk melanjutkan studi Master of Law di Monash University.
“Saya percaya kalau saya menginginkan sesuatu, insyaallah bisa dicapai jika diusahakan dengan maksimal. Kalau kita jatuh tujuh kali, maka bangunlah delapan kali. Saya sendiri baru berhasil mendapatkan beasiswa ini setelah tiga kali gagal. Mungkin jarak kita dengan tujuan yang ingin dicapai hanya tinggal satu percobaan lagi,” ujar Izzah di hadapan para peserta.
Meskipun secara khusus menyasar Generasi Z, webinar ini dirancang agar memberikan manfaat yang luas bagi seluruh kalangan. Dipandu secara interaktif oleh Ananda Fildza Alifa dari Endatoe Academy, sesi diskusi dan tanya jawab diisi dengan antusiasme tinggi dari peserta lintas latar belakang yang aktif membagikan pandangan serta pengalaman mereka.
Melalui kegiatan ini, Endatoe Academy berharap dapat terus mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya produktif dan tangguh menghadapi tantangan zaman, tetapi juga mampu menjadi problem solver bagi masa depan bangsa.