
Bireuen, 22 April 2026 – Pesantren Darul Ulum yang terletak di Desa Pante Baro Kumbang, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, kini kembali bangkit dan berbenah. Lembaga pendidikan Islam yang mendidik seratusan santri ini sebelumnya sempat mengalami hantaman berat akibat terjangan banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada 27 November 2025 lalu.

Berlokasi sangat dekat dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan, pesantren ini menjadi salah satu titik yang paling parah terdampak luapan air. Saat bencana terjadi, kompleks pesantren terendam air bah dan tertimbun material lumpur tebal, sehingga melumpuhkan aktivitas belajar mengajar serta fasilitas ibadah dan sanitasi santri.
Kini, secercah harapan baru hadir di tengah proses pemulihan pesantren. Pesantren Darul Ulum resmi menerima bantuan infrastruktur penting berupa satu unit sumur dalam (deep well), fasilitas tempat wudhu yang layak, tandon air bersih, serta perlengkapan ibadah berupa karpet salat baru.

Bantuan sarana dan prasarana ini merupakan wujud kepedulian dari Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI). Seluruh amanah kebaikan tersebut disalurkan melalui lembaga kemanusiaan ASAR Humanity dan direalisasikan secara langsung di lapangan oleh Endatoe Foundation selaku yayasan pelaksana.

Pimpinan Pesantren Darul Ulum, Tgk. Musliadi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas bantuan yang diberikan.
“Kami mengucapkan ribuan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada POGI, FKUI, ILUNI, ASAR Humanity, serta Endatoe Foundation atas kepedulian yang luar biasa bagi pesantren kami. Bantuan sumur dalam, tempat wudhu, tandon air, dan karpet salat ini sangat berarti besar bagi kami, terutama dalam memulihkan fasilitas ibadah dan kebutuhan santri pascabencana banjir lalu. Semoga Allah SWT membalas seluruh kebaikan para dermawan dan pihak yang terlibat dengan keberkahan yang berlipat ganda,” ungkap Tgk. Musliadi.
Kehadiran fasilitas air bersih dan sarana ibadah yang baru ini disambut dengan penuh suka cita oleh dewan guru dan seratusan santri. Fasilitas sumur dalam dan tempat wudhu yang memadai sangat krusial mengingat lokasi pesantren yang berada dekat aliran sungai dan rawan air bersih pascabencana, sekaligus menunjang kenyamanan para santri dalam menjalankan ibadah serta menuntut ilmu sehari-hari.
Sinergi antara dunia medis, institusi pendidikan, lembaga kemanusiaan, dan yayasan lokal ini menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan solidaritas kemanusiaan terus hidup. Melalui uluran tangan ini, Pesantren Darul Ulum diharapkan dapat terus beroperasi secara optimal dan mencetak generasi santri yang tangguh serta berdaya di Kabupaten Bireuen.